Sejarah Nokia: Nama & Logo

Tuesday, September 10th 2019. | Uncategorized

Sejarah Nokia – Siapa yang tidak kenal dengan Nokia. Pabrikan asal Finlandia ini pernah menguasai pangsa pasar di dunia beberapa tahun lalu. Tapi tahukah Anda sejarah nama dan logo dari Nokia? Kali ini Teknopedia mencoba mengulik lebih jauh tentang sejarah Nokia.

Dahulu pada tahun 1865, terdapat dua orang pebisnis bernama Fredrik Idestam dan Leo Mechelin. Mereka mendirikan sebuah perusahaan pembangkit listrik di Tampere, Finlandia. Perusahaan tersebut didirikan di pinggiran sungai, sehingga pada saat itu logo pertama mereka adalah logo bergambar ikan. Sedangkan untuk nama “NOKIA” sendiri diambil dari nama sungainya, yaitu sungai Nokianvirta yang merupakan jalur ikan Salmon yang ingin bertelur. Logo ikan dan nama “Nokia” tersebut mulai resmi digunakan pada tahun 1871.

 

Namun, beberapa tahun setelahnya, Idestam mengubah perusahaannya tersebut menjadi sebuah perusahaan kayu yang juga memproduksi kertas yang diekspor ke Rusia, Inggris, Prancis dan berbagai negara di dunia. Pada tahun 1898, Nokia mengubah logo mereka menjadi sedikit minimalis yaitu lingkaran hitam dengan nama Nokia melengkung di tengahnya. Perubahan logo ini dikarenakan mereka sudah mengubah jenis usahanya, dan bahkan perusahaan tersebut dipindahkan ke Helsinski.

 

Baru pada tahun 1967, Nokia mulai mengembangkan sayapnya. Nokia merger dengan perusahaan Finlandia lain bernama Finnish Cable Works dan dari penggabungan tersebut akhirnya muncul nama baru yaitu Nokia Corporation. Dengan pembentukan perusahaan baru ini, mereka memerlukan sebuah logo baru dan akhirnya tercetuslah sebuah logo baru dengan warna tulisan biru muda dengan tiga panah berada di bagian ujungnya.

Awalnya, warna tulisan Nokia tersebut adalah biru tua agar mirip dengan warna bendera Finlandia. Namun, beberapa waktu kemudian, mereka menggantinya menjadi biru muda. Sedangkan untuk “tiga panah” yang berada di ujung tulisan sebelah kanan atas tersebut memiliki artian yang berhubungan dengan perangkat mobile dan koneksi dari ponsel ke tower (BTS). Hal ini dirasa cukup masuk akal, karena setelah merger tersebut, Nokia lebih memfokuskan diri untuk memulai bisnis di bidang pertelekomunikasian dan produksi perangkat mobile.

Kembali Nokia merubah logonya. Kali ini Nokia menghilangkan tiga tanda panah dan menggantinya dengan tulisan “Connecting People” dibawah nama Nokia. Logo kali ini ingin menunjukkan filosofi perusahaan yaitu kemudahan (simplicity), reliabel (reliability) dan kemudahan dalam koneksitas (ease of connectivity).

Awalnya tulisan “Connecting People” dibuat sederhana dengan menggunakan font Times New Roman, hingga akhirnya ditangan seorang pakar typografi bernama  Erik Spiekermann, font dan warnanya diganti menjadi biru tua.

 

Tidak hanya itu saja, Nokia juga membuat satu brand ilustrasi dengan gambar dua tangan yang terkesan ingin saling terkait. Maksud dari ilustrasi tersebut adalah Nokia Corporation percaya bahwa mereka mampu membawa pelanggan dan konsumen mereka secara bersama ke puncak.

Brand ilustrasi tersebut, yaitu dua tangan, mengingatkan kita akan wacana perpindahan tangan antara Nokia dengan Microsoft

Related For Sejarah Nokia: Nama & Logo